Senin, 21 November 2011

KETELADANA RASULULLAH PERIODE MEKKAH

 

a.    Masa Kecilnya

Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah, pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau tahun 571 Masehi. Rasulullah merupakan keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah.
Setelah lahir, ibunya mengantarkan pada kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Abdul Muthalib lantas menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam Ka’bah. Lalu ia berdo’a pada Allah dan memuji-Nya. Setelah itu ia memberi nama bayi itu Muhammad.
Muhammad lalu disusukan pada Halimah As-Sa’diyah. Kehidupan Halimah berubah, penuh berkah dan kebaikan-kebaikan. Muhammad kecil pun tumbuh di Bani Sa,d yang terkenal dengan kesederhanaan dan kefasihan bahasanya. Muhammad kecil disukai kawan-kawannya. Akhirnya Muhammad kecil kembali pada ibu dan kakeknya.
Saat beliau berusia 6 tahun, ibunya meninggal di Abwa. Setelah beliau berusia 8 tahun, Abdul Muthalib pun meninggal dunia dan beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

b.     Masa Remajanya

Rasulullah tumbuh sebagai pemuda yang luhur akhlaknya. Ia mendapat julukan Al Amin yang artinya dapat dipercaya. Saat Rasulullah r berusia 14 – 15 tahun tejadi perang Fujjar antara suku Quraisy dan suku Qais. Beliau mengikutinya beberapa kali.
Pada umur 20 tahun Rasulullah juga ikut dalam Hilful Fudhul (Perjanjian Kebaikan) yang disepakati bersama di rumah Abdullah bin Jud’an. Mereka berjanji mengembalikan hak orang yang dizalimi.
Pada usia 35 tahun Rasulullah berhasil meyelesaikan sengketa pengembalian Hajar Aswad dengan kecerdasannya. Beliau semakin disegani dan dihormati.

c.     Wahyu pertama

Tepat tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira’ yaitu Surah Al Alaq ayat 1 – 5. Hari itu adalah hari pertama kenabian dan turunnya AlQuran.

d.    Wahyu Kedua

Setelah terjadinya fatratul wahyi atau masa vakumnya wahyu, akhirnya turun wahyu kedua yaitu surah Al Muddatssir ayat 1 – 7. Rasulullah pun berdakwah secara sembunyi-sembunyi pada kerabat-kerabatnya.
Orang-orang yang terdahulu masuk Islam disebut Assabiqunal Awwalun, diantaranya adalah:
  1. Khadijah (istri beliau).
  2. Ali bin Abi Thalib (anak pamannya).
  3. Zaid bin Haritsah (anak angkat nabi).
  4. Abu Bakar As Siddiq (kerabat dan saudagar yang disegani).
  5. Bilal (budak yang dimerdekakan Abu Bakar).
Lalu beliau pun menerima wahyu surat Al Hijr ayat 94:
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْ مَرُوَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِ كِيْنَ (الحجر:94)
Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyik”. (QS. Al Hijr: 94)
Beliau segera mulai berdakwah secara terang-terangan. Ejekan, hinaan, dan siksaan kepada Nabi Muhammad dan pengikutnya pun makin meningkat. Akhirnya Rasulullah r memerintahkan pada pengikutnya supaya hijrah ke Habsyi. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun ke lima setelah kenabian yaitu 610 Masehi.
Setelah itu masih banyak lagi yang terjadi. Seperti pemboikotan Bani Hasyim tahun 620 M yang menyebabkan kelaparan, lalu meninggalnya Khadijah dan Abu Thalib, serta peristiwa Isra’ Mikraj tanggal 27 Rajab tahun 11 kenabian dengan turunnya perintah sholat.

e.     Materi Dakwah Rasulullah di Makkah

  1. Dakwah Ketauhidan
Saat itu belum banyak manusia yang beriman, maka kebanyakan wahyu yang turun diawali dengan lafadz:

يَا اَ يُّهَاالنَّاسُ

Yang artinya “Hai seluruh umat manusia.”
Dakwah ketauhidan ialah dakwah tentang perintah untuk hanya menyembah Allah semata.
  1. Dakwah Pembinaan Akhlak
Dikembangkan dengan muamalah, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Misalnya hubungan antar sesama manusia, juga antara manusia dengan lingkungannya.

f.      Cara Dakwah Rasulullah

Dakwah-dakwah Rasulullah dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Bil Hikmah, cara persuasif atau mengajak.
  2. Bil Mau’izah Hasanah, dengan saran, nasihat, dan teladan.
  3. Bil Mujadalah, dengan cara berdialog.
  4. Dengan cara lemah lembut.
  5. Mengirim surat pada raja-raja.
  6. Dengan keteladanan sikap yang baik atau uswatun hasanah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar